X

Bukannya Kampungan dan Gak Modern, Kehidupan Suku Pedalaman ini Tenyata Istimewa

“Ih gaya elo kampungan banget deh! Kayak orang-orang di pedalaman, primitif!

Sebagai orang kota yang katanya dekat sekali dengan peradaban modern, mudah banget bagi kita mencitrakan orang yang tinggal di pedalaman itu tertinggal, gak modern, kampungan banget dan primitif.

Apalagi bagi D’RIMers yang pernah berwisata di daerah dan berkenalan singkat dengan kearifan lokalnya. Melihat kehidupan mereka yang sederhana dan berbanding terbalik dengan kehidupan kita di kota, serta merta kita iba dan kasihan. Seolah-seolah kehidupan mereka yang sederhana itu menyedihkan.

Eitss..bahaya nih kalau D’RIMers terus-terusan beranggapan kayak gitu. Faktanya, justru sebaliknya loh. Seperti diungkapkan oleh Antropolog Butet Manurung dalam tulisannya di Mojok.co tentang penelitiannya di Tanah Papua. Menurut penggagas Sokola Rimba ini, saat itu ia beranggapan masyarakat di sana ‘primitif’ karena gak pake baju. Namun semakin hari, ia merasa semakin bodoh karena mengetahui apa yang mereka lakukan sangat masuk akal.

Tanpa baju dan nyeker, Papua

Kesan “liar”, “miskin”, “bodoh”, “kotor”, dan “telanjang” udah biasa disematkan pada orang-rang yang tinggal di pedalaman. Butet pun pernah beranggapan demikian saat melakukan penelitian di Papua. Suku asli Papua yang ditemuinya tanpa baju, hanya mengenakan cawat (celana pendek) dan nyeker.

Tetapi tahu gak sih D’RIMers, kalau hal itu dilakukan karena menyesuaikan dengan hutan yang menjadi tempat tinggal mereka. Tanpa baju dan nyeker, untuk memudahkan saat melewati sungai, tanaman berduri dan menghindari dari hewan buas. Butet pun mengakui bahwa cawat itu teknologi yang sudah teruji beratus tahun fungsi dan bahkan estetikanya menurut kaidah nilai lokal.

Ada lagi, penggunaan minyak babi yang kemudian digantikan oleh sabun, justru membuat angka kematian akibat malaria semakin tinggi.

Tanpa teknologi, Suku Badui

Siapa sih yang bisa hidup tanpa teknologi?

Pertanyaan ini sering banget dilontarkan dalam obrolan sehari-hari, seolah teknologi adalah hal wajib yang harus kita miliki. Padahal gak juga loh, D’RIMers. Suku Badui di Banten membuktikan bahwa tanpa teknologi pun mereka bisa hidup bahagia dan setara.

Hidup tanpa teknologi adalah bentuk penghargaan Suku Badui pada alam. Mereka sangat menjaga alam yang merupakan pemberian dari sang Pencipta, karena dari alamlah mereka bisa hidup. Itu jadi salah satu falsafah hidup mereka untuk sangat menghargai pemberian sang Pencipta.

Tidak harus menabung, Orang Rimba- Jambi

Slogan menabung pangkal kaya, gak berlaku bagi Orang Rimba di Jambi. Mereka memiliki kepercayaan terhadap dewa yang diyakini memberi rejeki berbeda setiap hari. Mereka juga berkeyakinan bahwa jika merawat alam maka alam akan menyediakan apa yang mereka butuhkan.

Oleh karena itu Orang Rimba merasa tidak harus mengolah tanah, tidak harus menabung, karena apa yang didapat hari ini adalah untuk hari ini. Rezeki esok akan diberikan besok. Jadi tidak akan mengambil melebihi kebutuhannya.

Masih mau menganggap orang-orang pedalaman primitif? Justru dari merekalah kita bisa belajar bagaiamana hidup sederhana dan seimbang dengan alam. (IF)

Be Adventurous, Creative and Positive!