X

Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi Dalam Pandangan Islam. Memberikan Edukasi Mengenai Manfaat Imunisasi

Populasi muslim dunia mencapai 1,8 milyar orang atau 24% dari populasi global. Namun, mereka membawa beban penyakit yang besar. 42 % dari kematian ibu dan 40% dari kematian balita secara global terjadi pada populasi muslim. Sepuluh besar negara dengan penyebab kematian ibu dan balita tertinggi di dunia, mayoritasnya merupakan negara muslim dan Indonesia adalah salah satunya. 1,5 juta balita meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah dengan efektif melalui pemberian vaksin atau imunisasi.

Dalam Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi Dalam Pandangan Islam pada 9 September 2017, di Aula Masjid Asy-Syifa yang diadakan oleh Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI) dan IKADI (Ikatan Dai Indonesia) mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung Imunisasi Measles dan Rubella (vaksin MR).

Imunisasi diimplementasikan sebagai program nasional yang bersifat rutin maupun massal. Tujuannya adalah untuk mendapat kekebalan kelompok (herd immunity) yang bisa dicapai apabila cakupan imunisasinya tinggi.

Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi Dalam Pandangan Islam

Sejak bulan Agustus lalu, Indonesia sudah mulai memberikan vaksin MR di Pulau Jawa. Pemerintah memiliki target Indonesia bebas campak pada tahun 2020. BPOM mengatakan bahwa vaksin MR sudah melalui uji klinis dan dinyatakan aman. Ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beberapa kali dilaporkan. Menurut dokter spesialis anak, Arifianto, “Dari 25 juta vaksin yang telah digunakan, hanya ada 11 pelapor kejadian KIPI, dan setelah diselidiki oleh Komnas KIPI, penyebabnya bukan karena vaksinnya, tetapi karena vaktor lain.”

Adanya keraguan dan penolakan terhadap program imunisasi di masyarakat merupakan suatu ancaman besar bagi kesehatan masyarakat itu sendiri. Ketua Fatwa MUI mengatakan bahwa MUI akan mendukung program Imunisasi dan Vaksinasi, jika program tersebut memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Sesuai dengan fatwa tentang imunisasi yaitu Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 dan Surat Rekomendasi tentang Kampanye Imunisasi Measles dan Rubella.

Seminar dan Diskusi Panel Imunisasi Dalam Pandangan Islam

Dari seminar dan diskusi ini, Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI) dan IKADI (Ikatan Dai Indonesia) dan beberapa lembaga dakwah Islam mengimbau :

  1. Agar seluruh Muslimin dan Muslimat mendukung program imunisasi nasional, khususnya kampanye imunisasi Measles (campak) dan Rubella saat ini, dan melengkapi imunisasi bagi anggota keluarganya sesuai anjuran.
  2. Dalam menghadapi isu terkait imunisasi, seluruh Muslimin dan Muslimat, para Alim Ulama dan profesional kesehatan muslim untuk mengikuti panduan dari instansi yang berwenang dan kompeten, seperti Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI).
  3. Seluruh masyarakat perlu cerdas dan menerima apa pun informasi, khususnya terkait isu kesehatan dan imunisasi. Pastikan informasi yang didapat berasal dari sumber yang kompeten dan kredibel.
  4. Menghimbau semua pemimpin politik, agama dan masyarakat untuk mendukung program imunasi nasional khususnya kampanye imunisasi Measles dan Rubella. Berupaya mengatasi kendala kultur, agama, politik dan keamanan dengan cara yang damai dan mengindari perselisihan yang berkepanjangan, agar seluruh anak Indonesia mendapatkan haknya untuk divaksinasi.