X

Sarapan, Kebiasaan Sederhana Jika Sering Diabaikan Bisa Galau dan Picu Serangan Jantung

“Sarapan seperti seorang raja, makan siang seperti seorang pangeran, dan makan malam seperti orang miskin”.

Pernah dengar pepatah kuno ini? Tenyata pepatah kuno ini ada benarnya loh D’RIMers jika kamu terapkan pada pola makanmu. Salah satunya adalah sarapan. Sarapan sering disebut sebagai rutinitas yang paling penting tetapi sering diabaikan dengan berbagai alasan. Gak sempat, kesiangan, gak laper sampai gak ada yang nyiapin.

Kalau kamu salah satu yang sering mengabaikan, hati-hati loh karena kalau terlalu sering bisa berisiko kematian. Nah, biar tahu manfaat dan dampak buruknya kalau diabaikan, RIM kasih infonya nih!

  1. Mood booster

Selama delapan jam tidur, udah pasti dong perut kosong. Saat bangun dan kembali beraktivitas, tentunya kita membutuhkan asupan makanan untuk menyuplai energi. Sarapan adalah jawabannya. Berakitivitas dengan perut kosong memudahkan orang galau sepanjang hari. “Sarapan seperti seorang raja”, artinya pilihan makanan yang tepat dengan porsi yang secukupnya. Pilihan menu sarapan pun dapat mengendalikan mood menjadi aktif dan senang.

  1. Sarapan bisa menyeimbangkan berat badan

Buat D’RIMers yang lagi diet, gak usah khawatir nambah berat badan kalau sarapan. Justru para ahli menyatakan bahwa sarapan yang sehat akan membuat berat badan seimbang. Ada satu riset yang menunjukkan bahwa seorang wanita yang selalu melewatkan sarapan biasanya malah lebih gemuk dibandingkan dengan seorang wanita yang selalu sarapan.

  1. Mudah terserang penyakit

Manfaatnya udah RIM paparin. Sekarang dampak buruk kalau kamu terlalu sering mengabaikannya. Melewatkan sarapan bisa menyebabkan gangguan autoimun yakni penyakit dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan sehat orang tersebut sendiri dan maag.

  1. Risiko serangan jantung

Meninggalkan sarapan dapat memicu penyakit kematian nomor 1 di Dunia, yaitu “Penyakit Jantung”. Pada studi yang dipublikasikan pada jurnal Circulation, para peneliti dari Harvard School of Public Health melihat data dari 26.902 pria dan menemukan fakta bahwa mereka yang melewatkan sarapan memiliki risiko meninggal karena serangan jantung 27% lebih tinggi dibandingkan pria yang sarapan secara teratur.

Para peneliti percaya bahwa mereka yang tidak sarapan cenderung makan lebih banyak di malam hari, yang mana bisa menyebabkan perubahan metabolisme dan penyakit jantung.

Masih mau nyepelein sarapan, D’RIMers? (IF)

Be Adventurous, Creative and Positive!