X

Melihat Dan Memahami Tragedi Rohingya Melalui Film Isu Kemanusiaan

“Kemanusiaan itu tak mengenal batas negara dan agama. Ia tumbuh dari keajaiban nuranimu tanpa sekat, tanpa musim”

 – Helvy Tiana Rosa

Dalam sebulan terakhir, kita disuguhkan berita tentang krisis kemanusiaan di Myanmar. Ribuan suku Rohingya terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya demi bertahan hidup. Di tempat pengungsian pun, kehidupan mereka tak serta merta membaik. Di Bangladesh, misalnya, mereka terancam kelaparan dan trauma mengalami kekerasan fisik dan psikis dari tentara Myanmar.

Etnis Rohingya adalah salah satu tragedi kemanusiaan yang menguji kemanusiaan kita. Ada juga tragedi kemanusiaan serupa di berbagai belahan bumi yang lain. Seperti yang tergambar dari film yang mengangkat isu kemanusiaan dan pengungsi di bawah ini. Bukan bermaksud mengeksploitasi derita mereka tetapi ada banyak pesan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang bisa dipelajari.

People of Nowhere

Film dokumenter ini memotret perjalanan sang sineas, Lior Sperandeo ke Lesvos, Yunani. Ia merekam pergumulan berat para pengungsi Suriah yang terus berharap dapat hidup dan bertahan di Lesvos, Yunani. Sang sineas yang sangat tersentuh dengan apa yang dilihatnya ini juga bertemu dengan para relawan dari seluruh dunia yang turut membantu para korban. Mereka bekerja tanpa membedakan ras, agama dan latar belakang masing-masing.

Mary Meets Mohammad

Film dokumenter ini dibuka dengan pengumuman mengejutkan pemerintah federal Australia untuk membangun pusat tahanan pertama untuk 400 pencari suaka laki-laki di Pontville, Hobart, Tasmania. Seorang warga Pontville bernama Mary, yang menjadi anggota dari klub merajut lokal dan wanita Kristen mempertanyakan mengapa kotanya menjadi pusat tahanan bagi para pencari suaka.

Sudut pandangnya berubah ketika bertemu Mohammad, seorang muslim muda dari Afghanistan Hazara. Ia pun memulai persahabatan tanpa lagi memandang perbedaan ras, agama dan budaya.

Tears of the Sun

Berlatar belakang konflik etnis dan perang saudara di Nigeria, seorang komandan pasukan elit Navy Seal, Amerika Serikat diperintahkan untuk masuk ke negara Nigeria dan mengeluarkan warga negara asing dari negara tersebut. Namun, situasi berubah genting ketika pemberontak berhasil mengkudeta presiden Nigeria yang juga seorang raja suku Ibo. Akibatnya, para warga asing yang menjalankan misi kemanusiaan dan keagamaan yang berada di area konflik pun berusaha menyelamatkan diri. Inilah awal mula misi penyelamatan yang diemban oleh Letnan A.K. Waters.

Tanah Air Beta

Film ini didasarkan pada kisah nyata ketika pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dan menjadi Timor Leste. Ada sebagian kecil warga Timor Leste yang tetap menjadi warga negara Indonesia dan mengungsi ke wilayah Indonesia di Kupang. Sebagian dari mereka terpaksa berpisah dengan keluarganya yang tetap menjadi warga negara Timor Leste.

Walaupun begitu, mereka tetap bisa bertemu dengan saudaranya dari Timor Leste di daerah perbatasan (Atambua). Di tempat pengungsian yang gersang itu, seorang guru mengajar di sekolah darurat.

Be Adventurous, Creative and Positive!