X

Kemana Weekend ini? Menemukan Senja dan Makna di Sudut Ibu Kota!

Warga Instagram lagi keranjingan liburan. Buka Instagram, timeline penuh dengan postingan teman yang lagi berlibur di pelosok negeri hingga luar negeri. Beragam foto keren dengan latar belakang dan momen prestisius dibagikan.

Bikin iri, namun apalah daya bagi si pemilik kantong atau waktu pas-pasan selain meratap dan berharap kelak bisa berlibur juga. Emang sih bisa ambil sebagian tabungan dan mengajukan cuti, tetapi setelah liburan, kepikiran dengan aneka tagihan. Enggak deh.

Kalau D’RIMers salah satu dari “yang duit dan waktunya pas-pasan”, jangan sedih. Kamu bisa banget kok liburan keren kayak mereka. Gak usah jauh-jauh, cukup di Jakarta aja. Menikmati senja dan menemukan makna di sudut ibu kota.

Senja di Batavia Lama

Noni Belanda: berkulit putih bening dan berambut kuning tersenyum lebar. Tak jauh dari sisinya, seorang pejuang kemerdekaan pun tersenyum lebar. Keduanya menunggu hal yang sama, pengunjung yang ingin berselfie bersama.

Pemandangan itulah yang bakal D’RIMers temui ketika datang ke kawasan Kota Tua. Nampak biasa tetapi jika D’RIMers lanjutkan dengan menjelajahi Museum Fatahillah, ceritanya akan sungguh berbeda.

Kota yang dulunya dijuluki “Permata Asia” ini menyimpan cerita menyedihkan. Seperti dikutip dari buku Kisah Betawi Tempo Doeloe Buku: Robin Hood Betawi, Alwi Shahab, banyak cerita eksekusi mati mengerikan di Lapangan Tiang Gantungan, yang kini menjadi taman Fatahillah. Dalam kekuasaan Hindia-Belanda, para terpidana dihukum begitu sadis dan sangat tidak manusiawi. Hukuman mati saja dipertontonkan di muka umum.

Kebayang gak sih, gimana kalau negara kita masih terjajah hingga saat ini? Tentu kita ga bisa sembarangan datang ke Kota Tua dan mengabadikan senja yang mempesona di kawasan ini.

Senja di Pelabuhan Sunda kelapa

Bau amis dan hawa panas seketika menyambut kala datang ke kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Tetapi abaikan hal itu karena yang ada di depan mata, jauh lebih menarik. Apalagi jika D’RIMers datang sekitar pukul 16.00-18.00 WIB.

Perahu-perahu Pinisi bersandar teratur di sisi dermaga. Lalu semburat jingga terlukis indah di langit, senja. Pemandangan inilah yang membuat para fotografer hingga masyarakat umum kerap mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sekadar menikmati dan memotret senja? Gak juga! Jika D’RIMers perhatikan sekitarnya, ada banyak pengalaman hidup yang bisa kita temui. Diantara keindahan senja itulah, kamu juga disuguhi potret lain dari kehidupan di pelabuhan. Aktivitas bongkar muat dan kuli-kuli dengan kulit hitam legam hilir mudik. Meski upah minim dan harus bekerja hingga senja, para buruh angkut ini tetap semangat demi mencukupi kebutuhan hidup.

Masih bingung menentukan akan menghabiskan akhir pekan dimana? Ayolah jangan terlalu besar mengartikan libur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) aja, libur adalah bebas dari bekerja atau masuk sekolah. Jadi, libur hanya perkara bagaimana D’RIMers menyikapi. (IF)

Be Adventurous, Creative and Positive!