X

Gak Cuma Mahkota Perempuan, Rambut Ternyata Memiliki Cerita Lain Yang Mengejutkan

Cewek cantik itu berambut panjang. Titik.

Persepsi rambut sebagai bagian dari syarat kecantikan seseorang perempuan seolah menjadi hal mutlak. Gak sekadar syarat kecantikan, rambut panjang pun kerap diidentikan sebagai simbol femininitas alias cewek banget, anggun dan menjadi dambaan calon suami serta mertua.

Contoh yang paling sering kita temui adalah karakter film disney seperti Ariel, Cinderella, Jasmin, Rapunzel atau boneka sepanjang masa Barbie. Di Indonesia sendiri, persepsi ini muncul dalam wujud tokoh legenda maupun puteri-puteri keraton.

Tetapi tahu gak sih, D’RIMers, sebagai anggota tubuh yang selalu mendapat perhatian lebih ini, persoalan rambut ternyata gak cuma itu aja. Ternyata rambut juga memiliki cerita lain yang unik sekaligus mengejutkan.

Lambang dan identitas diri

Dulu, saat masih kecil, orang tua khususnya mama, demen banget motong pendek rambut anak ceweknya. Alasannya sederhana, anak kecil gak bisa jaga kebersihan rambut, nanti kutuan, begitu katanya.

Berbeda nih sama orang zaman dulu. Menurut sejarawan Anthony Reid, dalam buku Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680, mengatakan bahwa rambut bagi masyarakat Asia Tenggara kuno merupakan lambang dan petunjuk diri yang sangat menentukan.

Potong rambut dilakukan atas dasar motif keagamaan atau pernyataan selamat tinggal pada sifat keduniawian. Juga sebagai janji atau nazar karena telah berhasil memeroleh sesuatu.

DNA Akar Rambut

Kamu anak yang tertukar? Duh, kayak judul sinetron. Tapi kalau beneran, tes DNA (Deoxyribonukleic acid) menjadi sumber informasi yang tepat untuk mengidentifikasi identitas sesorang. Dan akar rambut yang rontok bisa jadi pilihan tes DNA. Akar rambut mengandung keratinosit, sel yang ideal untuk ekstraksi DNA inti.

Fenomena rambut gimbal Dieng

Rambut gimbal identik dengan sosok penyanyi Bob Marley atau Alm. Mbah Surip. Tetapi fenomena rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng beda lagi ceritanya. Dikutip dari Liputan 6, (05/09) Prapto Yuwono, pengajar di Program Studi Nusantara, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, menerangkan fenomena kemunculan anak gimbal tak pernah jelas diketahui warga. Tak ada catatan historis yang menuliskan sejak kapan anak-anak berambut gimbal.

Menurut masyarakat Dieng, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete, salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam (sekitar abad 14).

Kaum berambut merah

Pernah lihat bule berambut merah? Bisa jadi ia adalah satu dari kaum Ginger. Kaum Ginger adalah salah satu ras bule yg berkulit amat pucat, dengan bintik2 merah (freckles) dan berambut merah menyala. Ciri khas ini bisa dikatakan langka; hanya 4% dari populasi suatu negara yg memiliki gen ini. Hanya 1-2% orang di seluruh dunia lahir dengan rambut merah. Negara-negara yg memiliki ras Ginger paling banyak adalah Inggris, Irlandia, dan Australia.

Mau memiliki model dan warna rambut apapun, rambut tetaplah bagian dari anggota tubuh yang layak kita hargai. Karena berbeda itu cantik. (IF)

Be Adventurous, Creative and Positive!