X

Cari Tahu Lebih Banyak Tentang Fatherless

“Co-parenting. Its not a competition between two homes. It`s a collaboration of parents doing what is best for the kids.”

– Heater Hetchler

Setuju dengan kutipan di atas? Pernikahan itu adalah tentang kerjasama antara ayah dan ibu yang harus seimbang tanpa ada yang lebih dominan, termasuk dalam hal mengurus anak. Karena apabila ibu mempunyai peran yang lebih besar dari ayah. Hal itu akan mengakibatkan terjadinya fatherless.

Yuk kita cari tahu tentang fatherless dibawah ini!

Apa itu Fatherless?

Menurut psikolog asal Amerika Serikat, Edward Elmer Smith, fatherless adalah ketiadaan peran ayah dalam perkembangan seorang anak, ketiadaan peran ayah dapat berupa ketidakhadiran secara fisik maupun psikologis dalam kehidupan anak.

Indonesia Termasuk Dalam Fatherless Country

Menurut psikolog Elly Risman, Indonesia termasuk dalam Fatherless Country atau negara dengan peran ayah yang sangat minim. Hal ini disebabkan karena banyak pasangan di Indonesia yang menganggap bahwa peran ayah hanyalah bekerja dan mencari nafkah, sedangkan merawat dan mendidik adalah tugas ibu.

Dampak Negatif Dari Fatherless

Dikutip dari Mommee anak-anak yang mengalami fatherless akan menyerang psikologis anak seperti,

1. Anak memiliki kematangan psikologis yang lambat

2. Terjadinya perilaku seksual yang cenderung menyimpang

3. Memiliki kesulitan belajar terutama karena fungsi otak besar sebagai pusat berpikir tidak terstimulasi dengan baik

Solusi

Berdiskusi dengan pasangan untuk berbagi peran dalam setiap tumbuh kembang anak. Hal ini juga bisa dipupuk sedari anak masih dalam kandungan. Caranya adalah dengan sering berkomunikasi dengan anak sedini mungkin bahkan ketika anak masih dalam kandungan. Ketika lahir pun sudah sepatutnya Ayah dan ibu berbagi peran.

Dari mulai mengasuh, merawat, mendidik sampai menjadi teman curhat anak dalam hal apapun. Menurut psikolog Elly Risman ada satu “mantra” ajaib yang harus diucapkan ayah kepada anaknya, yaitu `percaya`. Kata-kata tersebut dapat diucapkan ketika anak akan mengikuti perlombaan, ujian di sekolah atau dalam hal apapun.

Kisah Inspiratif

Baru-baru ini CEO Facebook Mark Zuckenberg, mengatakan bahwa dia akan mengambil cuti dua bulan untuk mendampingi sang istri mengurus anak-anaknya dalam masa awal kelahiran anak kedua. Kisah Mark bisa banget nih ditiru oleh para ayah. Tentang bagaimana pentingnya peran suami dalam masa-masa awal kelahiran anak.

Sebagai penutup, ada satu hal lagi yang mesti diingat kalau Ibu adalah sekolah pertama bagi anak, sedangkan ayah adalah kepala sekolahnya. So, jangan pernah lupa untuk menyeimbangkan peran baik ayah maupun ibu ya. (PHP)

Be Adventurous, Creative and Positive!