X

Merayakan 50 Tahun ASEAN Dengan Sastra, Penulis ASEAN Ramaikan ALF 2017

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung pelaksanaan The 4th ASEAN Literary Festival (ALF) di Komplek Kota Tua pada 3-6 Agustus 2017 yang merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun ASEAN ke-50 yang jatuh pada 8 Agustus 2017. Tahun ini ALF mengambil tema Beyond Imagination.

Festival yang telah dilaksanakan sejak 2014 ini menjadikan budaya dan sastra sebagai unsur penting keberlangsungan ASEAN dan telah mendeklarasikan dirinya menjadi komunitas. Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan pencapaian dan produk sastra penulis-penulis ASEAN ke tingkat global. Selain itu sebagai bentuk usaha dalam meningkatkan akan kecintaan akan buku dan membaca di kalangan anak mudadan anak-anak Indonesia dan kawasan ASEAN di era media sosial sekarang ini.

Selain diikuti oleh penulis, intelektuall, seniman, dan akademisi dari 10 negara anggota ASEAN, festival juga diikuti oleh peserta lebih dari 20 negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Kawasan Kota Tua menjadi tuan rumah penyelenggaraan ALF 2017. Kota Tua yang merupakan kawasan dengan gedung-gedung tua bersejarah Indonesia menjadi lokasi yang tepat untuyk mendiskusikan dan memamerkan kekayaan literatur berbagai budaya dunia seperti seperti Gedung Pos, Gedung Cipta Niaga, Museum Keramik, hingga Museum Wayang.

Kegiatan ini akan menghadirkan penulis-penulis dan jurnalis-jurnalis yang berpengaruh dan kritis dari kawasan Asia Tenggara dengan berbagai tema diskusi dan kuliah umum, mulai dari demokrasi, radikalisme, persekusi, feminisme, kebebasan berekspresi hingga penistaan agama.

Nama-nama besar seperti Faisal Tehrani (Malaysia), Han Zaw, Nyi Pu Lay, Suu Mie Aung (Myanmar). Matin Aleida, Maria Hartiningsih, Arswendo Atmowiloto, Goenawan Mohammad (Indonesia), Andrew Fowler, Michael Vatikiotis, serta beberapa nama besar lainnya yang akan hadir dalam festival ini.

Be Adventurous, Creative and Positive!