X

Diskusi Buku Revolusi Iran: Banyak Pelajaran Berharga untuk Indonesia

Asean Literary Festival 2017 kembali digelar. Acara tahunan yang diadakan dari tanggal 4-6 Agustus 2017 di Kota Tua itupun turut menghadirkan para sastrawan/satrawati maupun wartawan yang sudah ahli dibidangnya. Salah satu wartawan yang turut hadir dalam acara Asean Literary Festival 2017 adalah Nasir Tamara, wartawan senior yang kemudian menerbitkan buku berjudul Revolusi Iran.

Dalam diskusi tentang buku Revolusi Iran yang berlangsung di gedung Pos Kota Tua pukul 13.00-14.30 itu, Nasir Tamara bercerita tentang pengalamannya selama meliput langsung Revolusi Iran yang berlangsung di Teheran pada 1970-an. Nasir Tamara merupakan salah satu wartawan Indonesia yang dapat meliput revolusi ataupun perang besar secara langsung. Nasir Tamara mengatakan bahwa meliput suatu revolusi negara bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan keberanian yang besar.

Namun, menurutnya semua perjuangan itu seolah “terbayar” dengan pengalaman berharga yang tidak dapat dibeli oleh uang. Salah satu pengalaman berharga yang dapat diambil oleh Nasir Tamara adalah pembelajaran bahwa ditengah revolusi yang besar pun bahkan warga Iran tetap saling membantu sama lain, tanpa melihat apapun agama dan darimana pun sukunya.

Selain Nasir Tamara, diskusi buku Revolusi Iran turut dihadiri pula oleh Ignatius Haryanto, peneliti senior Lembaga Studi Pers dan Pembangunan. Dalam diskusi yang berlangsung selama satu setengah jam itu, dia mengemukakan bahwa banyak pelajaran dari Revolusi Iran yang dapat diterapkan di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah betapa masyarakat Iran mempunyai ketahanan nasional yang sangat kuat sehingga dapat diterapkan di Indonesia dan betapa kuat pemerintah Iran dalam melindungi hak-hak anak, perempuan dan juga hak-hak minoritas.

Hal inilah yang kemudian perlu diperkuat lagi di Indonesia. Selain itu, hal yang paling penting yang harus dimiliki oleh Masyarakat Indonesia adalah kemampuan untuk mau belajar, memahami dan menghargai sejarah bangsa Indonesia. Karena apabila kita tidak tahu masa lalu, maka masa depan kita akan hancur.

Acara diskusi buku itupun ditutup dengan kesimpulan, banyak-banyaklah belajar dari pengalaman baik semua negara di dunia, salah satunya adalah Iran; cobalah untuk menghargai sejarah bangsa Indonesia dan banyak-banyaklah membaca buku untuk membuka wawasan yang lebih luas tentang hidup dalam keberagaman. (PHP)

Be Adventurous, Creative and Positive!